oleh: Hanny Fauziah (2015) Aku rasa, setiap dari kita di hari ini pasti sedang menghadapi setidaknya satu hal yang memberatkan pikiran atau hati kita masing-masing. Apapun itu yang bisa saja membuat senyum di wajah kita hilang seluruhnya atau menjadikan helaan nafas kita terasa menyesakkan. Pun aku. Akhir-akhir ini, semua hal berat itu bertumpuk-tumpuk datangnya. Satu permasalahan belum usai, datang yang lain hingga terkadang aku berpikir bahwa aku adalah orang paling menyedihkan sejagad raya. Bahkan tak jarang timbul pertanyaan—serupa keluhan—“Mengapa aku lagi, ya Allah...” Padahal, Allah mengaruniakan masalah itu pada semua orang yang mengaku bahwa ia mengimani-Nya—bukan hanya aku. Padahal, justru kehadiran hal-hal berat itu adalah salah satu penanda bahwa kita memang sedang hidup sungguhan—karena hidup tanpa masalah adalah hal yang mustahil, ‘kan? Padahal, justru bersama datangnya semua hal sulit itu Allah memberi banyak kesempatan untuk kita bertumbuh; jiwanya, hatinya, pemikir...
Oleh Retno Putriaji Ketua MPM Psikologi UI 2017 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. Ngomongin tentang Ramadhan tuh emang gak pernah ada habisnya yaa karena Ramadhan selalu menorehkan warna yang berbeda di tiap tahunnya. Tentu harapannya, semakin dewasa (a.k.a tua), semakin banyak pula hikmah yang bisa didapat dari bulan yang suci ini. Bicara tentang hikmah, mungkin kita sudah sering ya mendengar tentang hikmah-hikmah Ramadhan dari segi kesehatan, baik fisik maupun mental. Ya, karena Ramadhan tidak hanya mengajarkan umat muslim untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga hawa nafsu. Nah, selain hikmah-hikmah itu, di tulisan ini saya akan menyampaikan hikmah lain yang dirasakan selama bulan Ramadhan. Menurut saya, selain baik buat melatih kesehatan fisik dan mental, Ramadhan bisa jadi ajang bagi kita untuk menyeleksi teman hidup! *ea beneran loh! Ets, tapi jangan baper dulu.. hehe teman hidup yang dimaksud disini adalah teman dalam...
Oleh Fathan Inamullah Individual differences menjadi term favorit saat membahas manusia dan kemanusiaan. Tuhan ciptakan kita berbeda-beda. Aku laki-laki, kamu perempuan. Aku kurus, kamu gemuk. Semua memang telah diciptakan berbeda-beda, bukan? “Kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal” (Q.S Al-Hujurat : 13). Tidak ada yang salah dengan perbedaan, baik fisik maupun agama dan keyakinan. “Sekiranya Allah SWT menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah SWT hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepada kamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.” [QS Al-Maidah : 48] Kita mungkin pernah bendengar hadits Nabi ﷺ bahwa, “tidaklah diutus Nabi kecuali ia adalah penggembala kambing .” Menggembala kambing merupakan simulasi terbaik keberagaman manusia. Kambing dan manusia sama-sama memiliki individual differences, sehingga dibutuhkan seorang “penggembala” sekaliber Nabi ﷺ plus petunjuk dari Tuhan Pencipta in...
Comments