Syukur Penenang Hati
oleh: Hanny Fauziah (2015) Aku rasa, setiap dari kita di hari ini pasti sedang menghadapi setidaknya satu hal yang memberatkan pikiran atau hati kita masing-masing. Apapun itu yang bisa saja membuat senyum di wajah kita hilang seluruhnya atau menjadikan helaan nafas kita terasa menyesakkan. Pun aku. Akhir-akhir ini, semua hal berat itu bertumpuk-tumpuk datangnya. Satu permasalahan belum usai, datang yang lain hingga terkadang aku berpikir bahwa aku adalah orang paling menyedihkan sejagad raya. Bahkan tak jarang timbul pertanyaan—serupa keluhan—“Mengapa aku lagi, ya Allah...” Padahal, Allah mengaruniakan masalah itu pada semua orang yang mengaku bahwa ia mengimani-Nya—bukan hanya aku. Padahal, justru kehadiran hal-hal berat itu adalah salah satu penanda bahwa kita memang sedang hidup sungguhan—karena hidup tanpa masalah adalah hal yang mustahil, ‘kan? Padahal, justru bersama datangnya semua hal sulit itu Allah memberi banyak kesempatan untuk kita bertumbuh; jiwanya, hatinya, pemikir...









